Ketika saya mendirikan The Entrepreneurs Society pada 2017, tidak ada yang menyebut itu sebagai "ekosistem". Kami hanya sekumpulan pengusaha muda Jakarta yang lelah dengan seminar motivasi yang memikat tapi tidak mengubah apa pun. Kami ingin sesuatu yang berbeda — ruang di mana wirausahawan bisa bicara jujur tentang angka, tentang kegagalan, tentang dilema nyata yang tidak pernah ada di slide presentasi.

Sembilan tahun kemudian, TES telah berkembang menjadi lebih dari 12.000 anggota, menyelenggarakan lebih dari 400 acara, dan memiliki enam vertikal program yang masing-masing melayani kebutuhan berbeda dari ekosistem wirausahawan Indonesia. Ini bukan perjalanan yang mulus. Tapi setiap fase pertumbuhan mengajarkan sesuatu yang tidak bisa saya pelajari dari buku mana pun.

Mengapa Jakarta — dan Indonesia — Membutuhkan Komunitas Wirausaha yang Serius

Jakarta adalah salah satu kota metropolitan terbesar di dunia. Di sini berkonsentrasi modal, talenta, infrastruktur bisnis, dan jaringan yang tidak tertandingi oleh kota lain di Indonesia. Tapi selama bertahun-tahun, ekosistem wirausahanya terfragmentasi.

Ada banyak komunitas — grup-grup WhatsApp, komunitas kampus, asosiasi industri, klub bisnis. Tapi sebagian besar berjalan di permukaan: networking ringan, motivasi semata, atau ikatan yang cepat pudar setelah acara berakhir. Yang tidak ada adalah komunitas yang benar-benar mendorong anggotanya untuk bertumbuh — yang punya standar tinggi, akuntabilitas nyata, dan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan.

Itulah kekosongan yang ingin TES isi. Bukan sebagai organisasi formal yang hierarkis, tapi sebagai komunitas yang hidup dan bergerak bersama anggotanya.

Dari 0 ke 12.000+: Perjalanan yang Tidak Linear

Tahun pertama TES adalah eksperimen. Kami menggelar acara-acara kecil di kafe dan co-working space. Tidak ada budget marketing, tidak ada sponsor besar, tidak ada infrastruktur. Yang kami punya adalah konten yang jujur dan orang-orang yang lapar akan percakapan substansial.

Pertumbuhan awal datang dari referensi mulut ke mulut. Anggota yang merasa nilai acaranya jauh melampaui ekspektasi mereka membawa dua teman ke acara berikutnya. Dari satu anggota menjadi sepuluh, dari sepuluh menjadi seratus. Tapi momentum terbesar tidak datang dari kuantitas — melainkan dari kualitas cerita yang beredar tentang TES.

Ketika seorang anggota TES mendapatkan klien pertamanya senilai ratusan juta rupiah melalui rekomendasi sesama anggota — dan cerita itu menyebar — itu lebih kuat dari iklan mana pun. Komunitas yang menghasilkan hasil nyata tidak perlu banyak promosi. Hasilnya berbicara sendiri.

Apa yang Membuat TES Berbeda dari Komunitas Wirausaha Biasa

Standar Konten yang Tidak Berkompromi

TES tidak menyelenggarakan seminar motivasi. Setiap sesi TES dirancang untuk menghasilkan satu dari tiga hal: pengetahuan yang bisa langsung diterapkan, koneksi yang bermakna, atau wawasan yang mengubah cara berpikir. Pembicara yang hadir di TES adalah praktisi — bukan sekadar orang terkenal.

Standar ini kadang tidak populer. Ada tekanan untuk mengundang nama-nama besar yang akan menarik kerumunan. Tapi kami konsisten memilih substansi di atas popularitas. Dan konsistensi itulah yang membangun kepercayaan anggota dalam jangka panjang.

Ekosistem Bisnis yang Nyata

Di TES, anggota tidak hanya bertukar kartu nama — mereka berbisnis satu sama lain. Kami memiliki program yang secara aktif memfasilitasi kolaborasi bisnis antar-anggota: dari supplier matching, rekrutmen lintas perusahaan, hingga co-investment dalam project tertentu.

Ketika anggota TES bertransaksi satu sama lain dalam jumlah yang signifikan, ekosistem menjadi self-sustaining. Nilai keanggotaan tidak lagi bergantung hanya pada program yang kami sediakan — tapi pada nilai yang anggota ciptakan untuk satu sama lain.

Jenjang yang Mendorong Pertumbuhan

TES memiliki beberapa level program: dari komunitas terbuka untuk pengusaha semua tahap, hingga ELITES — program mastermind eksklusif untuk pengusaha yang sudah melewati fase awal dan siap mendorong skala lebih jauh. Setiap level memiliki ekspektasi keterlibatan yang berbeda.

Jenjang ini penting bukan untuk eksklusivitas — tapi untuk kecocokan. Percakapan yang relevan untuk pengusaha yang baru merintis bisnis pertamanya sangat berbeda dari yang relevan untuk pengusaha yang sedang mempertimbangkan ekspansi ke luar Jawa atau membangun tim manajemen pertamanya.

Dampak di Luar Jakarta: Visi Nasional

TES dimulai di Jakarta, tapi visinya selalu lebih besar dari satu kota. Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan pengusaha di luar Jawa yang punya potensi luar biasa tapi akses terbatas ke ekosistem yang mendukung pertumbuhan mereka.

Program-program TES di luar Jakarta — di Surabaya, Medan, Makassar, Bali — adalah langkah awal menjawab ketimpangan ekosistem ini. Pengusaha di daerah tidak lebih lemah dari rekan mereka di Jakarta. Yang mereka butuhkan adalah akses yang setara ke jaringan, pengetahuan, dan peluang.

Di tingkat nasional, TES juga berkontribusi pada perbincangan kebijakan kewirausahaan melalui kolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor korporat. Program Literasi Digital Kemenkominfo 2021 yang kami ikuti adalah salah satu contoh bagaimana komunitas wirausaha bisa berkontribusi pada agenda nasional yang lebih besar.

"Pengusaha yang kuat tidak lahir dari program pelatihan semata — mereka lahir dari ekosistem yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan dukungan yang tepat."

Apa yang Bisa Dipelajari dari TES untuk Komunitas Wirausaha Lainnya

TES bukan template yang bisa disalin begitu saja. Setiap komunitas wirausaha harus menemukan konteks, identitas, dan mekanisme akuntabilitasnya sendiri. Tapi ada beberapa prinsip yang saya yakini berlaku universal:

  • Mulai dengan niat yang jelas — komunitas yang dibangun untuk monetisasi cepat akan terasa seperti itu. Mulai dari niat nyata untuk membantu sesama pengusaha tumbuh.
  • Jaga standar konten lebih tinggi dari ekspektasi anggota — kejutan positif membangun loyalitas yang tidak bisa dibeli dengan harga
  • Buat anggota jadi protagonis, bukan penonton — komunitas yang paling kuat adalah yang anggotanya punya peran aktif dalam menciptakan nilai, bukan hanya menerimanya
  • Tumbuh perlahan di awal untuk tumbuh cepat kemudian — pertumbuhan yang terlalu cepat sebelum fondasi siap akan mengancurkan kualitas komunitas

Bergabung dengan Gerakan Ini

Indonesia sedang berada di momen bersejarah dalam perkembangan ekosistem kewirausahaannya. Generasi pengusaha baru sedang bermunculan dengan ambisi, literasi digital, dan keberanian yang tidak dimiliki generasi sebelumnya dalam skala yang sama.

Yang mereka butuhkan sekarang adalah komunitas yang serius untuk tumbuh bersama. Bukan sekadar follower yang banyak. Bukan sekadar seminar yang menghibur. Tapi ekosistem yang nyata, dengan orang-orang nyata, yang saling mendorong untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sebagai pengusaha.

Itulah yang TES coba bangun setiap harinya. Dan perjalanan itu masih panjang.

Bergabunglah ke Ekosistem TES

TES membuka pintu untuk wirausahawan Indonesia yang serius — baik yang baru merintis maupun yang sudah berpengalaman. Temukan program yang sesuai dengan tahap Anda dan mulai tumbuh bersama komunitas yang tepat.

Bergabung ke TES ↗ Artikel Lainnya
Klemens Rahardja
Ditulis oleh
Klemens Rahardja
Founder & CEO The Entrepreneurs Society (TES) — membangun ekosistem wirausahawan Indonesia sejak 2017. TEDx speaker. Penulis The Art of Entrepreneurship.